Laman

Minggu, 15 Juli 2012

SEMANGAT AKAN MEMBENTUK KEMAMPUAN

HAVE A FIRE

Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang yang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
Amsal 12 : 27


          Alkisah anak muda yang suka main biola sedang bimbang. Dia suka main biola dan pengen banget jadi pemain bola profesional dan termasyur. Tapi ia ngak yakin apakah dia memang punya bakat buat itu dan apakah memang itu jalan hidupnya. kemudian ia memutuskan untuk mendatangi guru biola terkenal di kotanya, dan mulai bermain biola di hadapan guru tersebut. Selesai maen biola ia bertanya pada sang guru, apakah ia memiliki bakat dalam bermain biola?. Sang guru menjawab, " kamu enggak punya api dalam bermain biola". Anak muda itu sedih, namun cukup lega, coz akhirnya dia sekarang tau bahwa gak cukup berbakat untuk bermain biola. Ia pun menyimpan biolanya,dan mulai menekuni bisnis hingga akhirnya menjadi pembisnis yang sukses.
          Suatu hari, anak muda itu tanpa sengaja melewati sebuah konser musik yang meriah. Ternyata bintang di konser itu adalah sang guru biola yang pernah ia datangi. Seusai konser ia pun mendatangi sang guru di belakang panggung. Ia kenalkan diri sebagai pembisnis sukses yang dulu adalah anak muda yang pengen banget jadi pemain biola. Penasaran ia bertanya pada sang guru, apakah ia dulu bener-bener gak punya bakat. Sang guru menjawab,"untuk setiap orang yang bertanya padanya 'apakah saya memiliki bakat?' saya selalu menkankan bahwa bakat bukan satu-satunya yang menentukanapa orang itu berhasil atau enggak. Tapi api yang terus berkobar itulah yang juga sangat dibutuhkan buat meraih keberhasilan."

"Secanggih-canggihnya bakat yang mungkin kita punya, kalo nggak pernah kita latih dan kembangkan, bakat itu juga gak bakal bawa kemana-mana"


          Can we learn something from this? Masalah anak muda itu bukan pada punya atau ngak punya bakat, tapi pada apa dia punya api, yaitu passion, semanggat, dan ketekunan yang terus berkobar. Buktinya, walau awalnya dia juga gak tahu soal bisnis sama sekali, gak tau apakah bisnis adalah bakatnya atau bukan, ia bisa berhasil jadi pembisnis yang sukses. Orang bijak bilang, dibutuhkan 1% bakat dan 99% ketekunan untuk bisa berhasil, and that's right! Secanggih-canggihnya bakat yang mungkin kita punya, kalo nggak pernah kita latih dan kembangkan bakat itu juga gak bakal bawa kemana-mana. Nah kalo gitu artinya pertanyaan yang perlu diganti bukan lagi "Aku berbakat enggak ya?" ' tapi "Mau enggak aku bayar harga untuk tetap punya api dan semangat yang berkobar?".

Pernah Dimuat di
Renungan Harian Spirit Next
Ed. September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar