Memang ulang tahun UKK nehemia sudah berlalu tapi semangat ulang tahun itu masih sangat terasa di setiap pengurus dan anggota serta keluarga besar UKK Nehemia Instiper. Oleh karena itu dalam rangka memperingati hari ulang tahun UKK Nehemia Instiper ke 13 maka UKK nehemia akan mengadakan acara ulang tahun yang akan dilaksanakan di :
Lokasi : Pantai Depok
Tanggal : 13 Oktober 2012
Keterangan lebih lanjut dapat melihat poster yang tertempel di masing - masing fakultas.
Acara di atas sekaligus dimaksudkan untuk memperingati acara tahunan UKK Nehemia Instiper KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran). Diharapkan semua Mahasiswa Baru dapat mengikuti acara tersebut...
Semoga panitia dapat menjalankan rencananya tanpa halangan serta memperoleh urapan Tuhan, selamat bekerja dan lakukan yang terbaik untuk Panitia dan semua orang yang ikut merencanakan Acara ini, Tuhan memberkati... ^^
Laman
Minggu, 07 Oktober 2012
Sabtu, 11 Agustus 2012
Siapakah NEHEMIA?
NEHEMIA,
Nehemia hidup di dalam pembuangan.
Ketika
bangsanya Yehuda sudah diangkut oleh penjajah, jauh ke negeri seberang,
hampir berjarak 1500 km, ada penghiburan bahwa mereka bisa kembali ke
kampung halamannya. Waktu itu orang masih berjalan kaki, maka ketika
bangsanya kembali dari daerah pembuangan itu mereka menempuhnya selama 5
bulan. Setelah mereka dipulangkan, bahkan penjajah itu memberikan
perintah untuk membangun kembali Bait Suci yang telah diluluhlantakkan
oleh Babel, di bawah tangan Nebukadnezar.
Bait Suci adalah simbol kehadiran Nama TUHAN atas Israel, atas Yehuda, atas Yudea, atas Yahudi.
Bahkan ada satu lagi, raja penjajah itu, yaitu raja yang mengalahkan kerajaan Babel, Persia, sangat mengerti akan ALLAH Israel. Sungguh penghiburan yang indah.
Bait Suci adalah simbol kehadiran Nama TUHAN atas Israel, atas Yehuda, atas Yudea, atas Yahudi.
Bahkan ada satu lagi, raja penjajah itu, yaitu raja yang mengalahkan kerajaan Babel, Persia, sangat mengerti akan ALLAH Israel. Sungguh penghiburan yang indah.
Dan
itulah nama Nehemiah, artinya dia yang dihibur TUHAN, atau bisa juga
dia yang mendapat penghiburan dari TUHAN, atau bisa juga dia yang dibuat
senang oleh TUHAN. Pada jaman dialah segala penghiburan di atas terjadi
atas Yehuda, pada saat itu orang-orang sudah menyebut mereka sebagai
Yahudi.
Nehemia
adalah seorang dari suku Yehuda. Ia seoarang yang sangat dekat dengan
pemerintahan di ibukota penjajah, di Susan, ibu kota Persia. Ketika
Yahudi disuruh pulang ke Yerusalem, maka Nehemialah yang ditugaskan
sebagai “pengawas” di daerah itu, dia diangkat sebagai Gubernur atas
Yudea. Dan raja Persia waktu itu telah digerakkan oleh TUHAN untuk
membangun Bait Suci, terlebih kepada Nehemia TUHAN telah memberi nubuat
yang harus segera dilakukan, penglihatan yang harus digenapi, yaitu
membangun kembali Bait Allah.
Pada
masa pembangunan itulah Nehemia memimpin pemerintahan Yudea. Ia bahkan
memimpin pembangunan itu atas kuasa penuh dari raja Persia.
Sebagai pemimpin ia memiliki diplomasi yang hebat atas semua atasannya.
Sebagai pemimpin ia didengar oleh kolega-koleganya.
Sebagai pemerintah ia bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
Sebagai pemimpin ia berpegang kepada doa dan permohonan kepada TUHAN menyangkut musuh-musuhnya.
Dan sebagai pemimpin ia memiliki iman yang bekerja di dalam hidupnya.
Sebagai pemimpin ia memiliki diplomasi yang hebat atas semua atasannya.
Sebagai pemimpin ia didengar oleh kolega-koleganya.
Sebagai pemerintah ia bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
Sebagai pemimpin ia berpegang kepada doa dan permohonan kepada TUHAN menyangkut musuh-musuhnya.
Dan sebagai pemimpin ia memiliki iman yang bekerja di dalam hidupnya.
Nehemia, Siapa dia ?
- Sifatnya tidak tercela
- Nehemia adalah seorang pemimpin yang benar-benar menjaga integritas kepemimpinannya. Sebagai bupati di tanah Yehuda, ia tidak mencari untung sendiri (Nehemia 5:18). Nehemia sangat menentang praktik korupsi yang merugikan rakyat!
- Ia orang yang tekun berdoa.
- Ketika pada suatu hari Raja Artahsasta bertanya kepada Nehemia: "Jadi, apa yang kauinginkan?" (Nehemia 2:4a), ia tidak langsung menjawab. Tetapi, Nehemia berdoa dulu kepada Tuhan (Nehemia 2:4b). Di sini terlihat jelas prinsip iman Nehemia: ia tidak minta kepada manusia, tetapi minta kepada Tuhan.
- Ia berani menghadapi tantangan-tantangan.
- Ia memiliki perhatian yang besar atas pengikutnya.
- Ia menerima tanggung jawab.
- Ia tidak malas, turut bekerja.
- Ada pemimpin Kristen yang terjerumus dalam salah satu ekstrem: berdoa melulu tanpa bekerja, atau bekerja saja tanpa berdoa. Mengandalkan kekuatan sendiri tanpa doa tidak akan berhasil, malahan terkutuk (Yeremia 17:5). Tetapi, tanpa usaha juga tidak akan ada kemajuan. Ganjaran bagi seorang pemalas adalah kemiskinan (Amsal 6:9-11).
- Ia motivator yang berhasil.
- Cepat menangani sebelum membesar / terlambat.
- Ia dapat menambah wawasan orang banyak.
- Ia memiliki kemampuan berorganisasi.
Kunci keberhasilan Nehemia.
- Ia tahu apa yang ingin dilakukan - mempunyai sasaran yang jelas dan nyata.
- Ia tahu bagaimana melakukan - memiliki metode yang memadai.
- Ia tahu siapa yang harus melakukan - memiliki kemampuan manajemen sumber daya manusia.
Nehemia
menyelesaikan permasalah yang dianggap berat. Sudah hampir satu abad
orang Yahudi kembali dari pembuangan ke Yerusalem. Meskipun demikian
tembok kota maupun Bait Allah, belum dibangun kembali. Nehemia datang,
tembok kota selesai dibangun dalam tempo 52 hari saja !
Nehemia
berhasil mengerakkan seluruh penduduk. Nehemia mendelegasikan tugas.
Program mobilisasi seluruh penduduk, mengenal sistem manajemen proyek /
pengaturan dan penyesuaian lapangan yang sempurna.
Sabtu, 28 Juli 2012
Goliat Memang Ada
Dengan kuasa yang diberikan Kristus kepada saya, saya mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan.
Filipi 4 : 13
Salah satu kecenderungan manusia adalah lebih memerhatikan berita buruk daripada berita baik. Dalam bisnis juga demikian, ada kalanya kita bahkan takut akan hal-hal yang belum tentu terjadi. Khawatir akan kondisi ekonomi yang masih belum jelas, takut akan nilai saham anjlok, was-was jika ditipu, dll. Itu baru contoh ketakutan yang belum terjadi.
Tapi hari ini kita akan belajar menghadapi ketakutan yang memang benar-benar terjadi, sesuatu yang memang ada, musuh yang nyata. Bangsa Israel dibuat takut oleh pendekar raksasa bernama Goliat. Alkitab berkata bahwa raksasa tersebut datang pagi dan petang selama 40 hari, ia menantang prajurit Israel. Nyali para prajurit Israel langsung ciut, mereka ketakutan. Dan ini bukan fatamorgana, dia memang ada.
Kita memang menghadapi rasa takut yang sama.Ada masalah keuangan yang benar-benar terjadi di perusahaan kita, mungkin perusahaan yang terus merugi, kesalahan perhitungan yang fatal, proyek yang tidak berjalan lancar, dll. Intinya 'Goliat' yang kita hadapi itu nyata. Ia ada dan tiap hari ia 'berdiri' melemahkan pengharapan kita. Begitu kita bangun pagi yang ada di pikiran kita beban masalah kita itu, mau tidur hal yang sama yang menghantui. Karena memang ia ada dan nyata.
Namun kabar baiknya adalah apapun wujud goliat, entah msalah keuangan atau masalah-masalah besar dalam pekerjaan yang membuat kita takut, ia akhirnya terjungkal dan tumbang juga karena batu umban Daud. Dalam i'm One Night with the King, Haddasah berkomentar, "yang membuat Daud menang bukan karena ia bertempur dengan baik tapi karena ia peercaya dengan baik". Itu kuncinya, Goliat memang ada, tapi siapa yang lebih kita percaya?Siapa yang lebih kita dengar? Intimidasi Goliat atau Tuhan yang lebih besar? Kalau kita bersikap sama seperti Daud, lebih percaya kepada Tuhan daripada apa yang dia hadapi, kit juga akan membuat 'Goliat-Goliat' yang kita hadapi bakal terjungkal. Dan tentunya, kalau Allah di dipihak kita, cerita Daud akan menjadi cerita kita, kemenangan adalah milik kita. Amin!
Yang membuat Daud menang bukan karena ia bertempur dengan baik tapi karena ia percaya dengan baik
Pernah Dimuat di
Renungan Harian Spirit Motivator
Ed. Mei 2010
Kamis, 26 Juli 2012
Kalimat pertama bagian dari Halaman Persembahan Skripsi
Kata-kata Lord Jesus Christ (NLT):
Your heavenly Father already KNOWS ALL YOU NEEDS,
(BapaMU yang berada di surga pasti MENGETAHUI SEMUA APA YANG MENJADI KEBUTUHANMU)
and he will GIVE YOU ALL YOU NEED FROM DAY TO DAY
(dan IA pasti akan MEMBERIKAN SEMUA APA YANG KAMU BUTUHKAN DARI HARI KE HARI)
if you LIVE FOR HIM and MAKE THE KINGDOM OF GOD YOUR PRIMARY CONCERN.
(Jika kamu HIDUP UNTUK DIA dan MENJADIKAN KERAJAAN ALLAH SEBAGAI PERHATIAN TERUTAMAMU)
So DON'T WORRY about TOMORROW, for tomorrow will bring its own worries. Today’s trouble is enough for today.
(Jadi kamu JANGAN KUATIR mengenai HARI ESOK, karena hari esok akan
memberikan kesusahannya sendiri, Masalah di hari ini sudah cukup untuk
dihadapi hari ini)
Dari Perkataan TUHAN YESUS aku ketahui bahwa:
ALLAH mengerti, ALLAH peduli segala persoalan yang aku hadapi, tak akan pernah dibiarkannya kubergumul sendiri, sebab ALLAH mengerti.
Dari HARI ke HARI, yaitu SETIAP HARI ALLAH pasti akan MEMENUHI SEMUA APA YANG KUBUTUHKAN karena aku HIDUP UNTUK DIA dan MENJADIKAN KERAJAAN ALLAH dan KEBENARANNYA SEBAGAI PERHATIAN TERUTAMAKU.
Dari Perkataan TUHAN YESUS aku ketahui bahwa:
ALLAH mengerti, ALLAH peduli segala persoalan yang aku hadapi, tak akan pernah dibiarkannya kubergumul sendiri, sebab ALLAH mengerti.
Dari HARI ke HARI, yaitu SETIAP HARI ALLAH pasti akan MEMENUHI SEMUA APA YANG KUBUTUHKAN karena aku HIDUP UNTUK DIA dan MENJADIKAN KERAJAAN ALLAH dan KEBENARANNYA SEBAGAI PERHATIAN TERUTAMAKU.
Jumat, 20 Juli 2012
Jadilah Bijak
"Batu adalah berat dan pasirpun ada beratnya, tetapi LEBIH BERAT dari kedua-duanya adalah SAKIT HATI terhadap orang BODOH."(Amsal 27:3)
"Bodohlah yang menyatakan SAKIT HATINYA seketika itu juga, tetapi BIJAK, yang MENGABAIKAN cemooh." (Amsal 12:16)
Orang BIJAK adalah orang yang bisa melupakan kata-kata yang MENYAKITKAN HATI dari orang BODOH
Oleh karena itu kita harus
Berada dalam lingkungan yang tidak baik membuat kita kehabisan energi dalam MENGABAIKAN cemooh mereka, oleh karena itu supaya masa depan indah haruslah berani keluar dari zona ini dan memusatkan energi menuju zona TUHAN yaitu dengan segenap hati, segenap jiwa, segnap akal budi, dan segenap kekuatan menyukai ALKITAB dan merenungkan setiap waktu baik siang dan malam, karena ALKITAB mengandung Janji TUHAN yang membuat kita selalu dalam penyertaan dan kasih TUHAN yang sangat lebar, kasih TUHAN yang sangat panjang, kasih TUHAN yang sangat tinggi, dan kasih TUHAN yang sangat dalam, tak terbatas,(Efesus 3:18) dan membuat di dalam hati kita mengalir aliran-aliran air hidup sebagai mata air di dalam diri, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal."Berbahagialah orang yang tidak BERJALAN menurut NASIHAT orang FASIK, yang tidak BERDIRI di JALAN orang BERDOSA, dan yang tidak DUDUK dalam KUMPULAN PENCEMOOH, tetapi yang KESUKAANNYA ialah Taurat TUHAN, dan yang MERENUNGKAN Taurat itu SIANG dan MALAM." (Mazmur 1:1-2)
(Yohanes 7:37-39, Yohanes 4:14-15)
Selasa, 17 Juli 2012
Satu Hal yang Akan Selalu Teringat
" Dia, Dia, Dia "
Dr. S. Gordon mengisahkan tentang seorang wanita Kristen lanjut usia yang mulai pikun. Sebelumnya ia telah menghafalkan banyak ayat Alkitab. Akhirnya, tinggal satu ayat berharga yang masih diingatnya.
"Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga hari Tuhan."
Sedikit demi sedikit ingatannya semakin melemah, dan dengan suara lirih ia akan mengulang-ulang, "Dia berkuasa memliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya." Akhirnya, saat ia berada di perbatasan antara dunia ini dan dunia yang akan datang, orang-orang yang mengasihinya melihat bibirnya bergetar-getar. Mereka menunduk, memperhatikan lebih cermat, kalau-kalau ia memerlukan sesuatu. Ternyata dia sedang mengucapkan berulang-ulang satu kata dari ayat tersebut, "Dia, Dia, Dia"
Ia sudah tidak ingat lagi pada ayat-ayat Alkitab, kecuali satu kata. Namun ia memiliki seluruh Alkitab dalam satu kata tersebut.
American Holiness Journal, PLT
Minggu, 15 Juli 2012
SEMANGAT AKAN MEMBENTUK KEMAMPUAN
HAVE A FIRE
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang yang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
Amsal 12 : 27
Alkisah anak muda yang suka main biola sedang bimbang. Dia suka main biola dan pengen banget jadi pemain bola profesional dan termasyur. Tapi ia ngak yakin apakah dia memang punya bakat buat itu dan apakah memang itu jalan hidupnya. kemudian ia memutuskan untuk mendatangi guru biola terkenal di kotanya, dan mulai bermain biola di hadapan guru tersebut. Selesai maen biola ia bertanya pada sang guru, apakah ia memiliki bakat dalam bermain biola?. Sang guru menjawab, " kamu enggak punya api dalam bermain biola". Anak muda itu sedih, namun cukup lega, coz akhirnya dia sekarang tau bahwa gak cukup berbakat untuk bermain biola. Ia pun menyimpan biolanya,dan mulai menekuni bisnis hingga akhirnya menjadi pembisnis yang sukses.
Suatu hari, anak muda itu tanpa sengaja melewati sebuah konser musik yang meriah. Ternyata bintang di konser itu adalah sang guru biola yang pernah ia datangi. Seusai konser ia pun mendatangi sang guru di belakang panggung. Ia kenalkan diri sebagai pembisnis sukses yang dulu adalah anak muda yang pengen banget jadi pemain biola. Penasaran ia bertanya pada sang guru, apakah ia dulu bener-bener gak punya bakat. Sang guru menjawab,"untuk setiap orang yang bertanya padanya 'apakah saya memiliki bakat?' saya selalu menkankan bahwa bakat bukan satu-satunya yang menentukanapa orang itu berhasil atau enggak. Tapi api yang terus berkobar itulah yang juga sangat dibutuhkan buat meraih keberhasilan."
"Secanggih-canggihnya bakat yang mungkin kita punya, kalo nggak pernah kita latih dan kembangkan, bakat itu juga gak bakal bawa kemana-mana"
Can we learn something from this? Masalah anak muda itu bukan pada punya atau ngak punya bakat, tapi pada apa dia punya api, yaitu passion, semanggat, dan ketekunan yang terus berkobar. Buktinya, walau awalnya dia juga gak tahu soal bisnis sama sekali, gak tau apakah bisnis adalah bakatnya atau bukan, ia bisa berhasil jadi pembisnis yang sukses. Orang bijak bilang, dibutuhkan 1% bakat dan 99% ketekunan untuk bisa berhasil, and that's right! Secanggih-canggihnya bakat yang mungkin kita punya, kalo nggak pernah kita latih dan kembangkan bakat itu juga gak bakal bawa kemana-mana. Nah kalo gitu artinya pertanyaan yang perlu diganti bukan lagi "Aku berbakat enggak ya?" ' tapi "Mau enggak aku bayar harga untuk tetap punya api dan semangat yang berkobar?".
Pernah Dimuat di
Renungan Harian Spirit Next
Ed. September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)





