NEHEMIA,
Nehemia hidup di dalam pembuangan.
Ketika
bangsanya Yehuda sudah diangkut oleh penjajah, jauh ke negeri seberang,
hampir berjarak 1500 km, ada penghiburan bahwa mereka bisa kembali ke
kampung halamannya. Waktu itu orang masih berjalan kaki, maka ketika
bangsanya kembali dari daerah pembuangan itu mereka menempuhnya selama 5
bulan. Setelah mereka dipulangkan, bahkan penjajah itu memberikan
perintah untuk membangun kembali Bait Suci yang telah diluluhlantakkan
oleh Babel, di bawah tangan Nebukadnezar.
Bait Suci adalah simbol kehadiran Nama TUHAN atas Israel, atas Yehuda, atas Yudea, atas Yahudi.
Bahkan ada satu lagi, raja penjajah itu, yaitu raja yang mengalahkan kerajaan Babel, Persia, sangat mengerti akan ALLAH Israel. Sungguh penghiburan yang indah.
Bait Suci adalah simbol kehadiran Nama TUHAN atas Israel, atas Yehuda, atas Yudea, atas Yahudi.
Bahkan ada satu lagi, raja penjajah itu, yaitu raja yang mengalahkan kerajaan Babel, Persia, sangat mengerti akan ALLAH Israel. Sungguh penghiburan yang indah.
Dan
itulah nama Nehemiah, artinya dia yang dihibur TUHAN, atau bisa juga
dia yang mendapat penghiburan dari TUHAN, atau bisa juga dia yang dibuat
senang oleh TUHAN. Pada jaman dialah segala penghiburan di atas terjadi
atas Yehuda, pada saat itu orang-orang sudah menyebut mereka sebagai
Yahudi.
Nehemia
adalah seorang dari suku Yehuda. Ia seoarang yang sangat dekat dengan
pemerintahan di ibukota penjajah, di Susan, ibu kota Persia. Ketika
Yahudi disuruh pulang ke Yerusalem, maka Nehemialah yang ditugaskan
sebagai “pengawas” di daerah itu, dia diangkat sebagai Gubernur atas
Yudea. Dan raja Persia waktu itu telah digerakkan oleh TUHAN untuk
membangun Bait Suci, terlebih kepada Nehemia TUHAN telah memberi nubuat
yang harus segera dilakukan, penglihatan yang harus digenapi, yaitu
membangun kembali Bait Allah.
Pada
masa pembangunan itulah Nehemia memimpin pemerintahan Yudea. Ia bahkan
memimpin pembangunan itu atas kuasa penuh dari raja Persia.
Sebagai pemimpin ia memiliki diplomasi yang hebat atas semua atasannya.
Sebagai pemimpin ia didengar oleh kolega-koleganya.
Sebagai pemerintah ia bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
Sebagai pemimpin ia berpegang kepada doa dan permohonan kepada TUHAN menyangkut musuh-musuhnya.
Dan sebagai pemimpin ia memiliki iman yang bekerja di dalam hidupnya.
Sebagai pemimpin ia memiliki diplomasi yang hebat atas semua atasannya.
Sebagai pemimpin ia didengar oleh kolega-koleganya.
Sebagai pemerintah ia bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
Sebagai pemimpin ia berpegang kepada doa dan permohonan kepada TUHAN menyangkut musuh-musuhnya.
Dan sebagai pemimpin ia memiliki iman yang bekerja di dalam hidupnya.
Nehemia, Siapa dia ?
- Sifatnya tidak tercela
- Nehemia adalah seorang pemimpin yang benar-benar menjaga integritas kepemimpinannya. Sebagai bupati di tanah Yehuda, ia tidak mencari untung sendiri (Nehemia 5:18). Nehemia sangat menentang praktik korupsi yang merugikan rakyat!
- Ia orang yang tekun berdoa.
- Ketika pada suatu hari Raja Artahsasta bertanya kepada Nehemia: "Jadi, apa yang kauinginkan?" (Nehemia 2:4a), ia tidak langsung menjawab. Tetapi, Nehemia berdoa dulu kepada Tuhan (Nehemia 2:4b). Di sini terlihat jelas prinsip iman Nehemia: ia tidak minta kepada manusia, tetapi minta kepada Tuhan.
- Ia berani menghadapi tantangan-tantangan.
- Ia memiliki perhatian yang besar atas pengikutnya.
- Ia menerima tanggung jawab.
- Ia tidak malas, turut bekerja.
- Ada pemimpin Kristen yang terjerumus dalam salah satu ekstrem: berdoa melulu tanpa bekerja, atau bekerja saja tanpa berdoa. Mengandalkan kekuatan sendiri tanpa doa tidak akan berhasil, malahan terkutuk (Yeremia 17:5). Tetapi, tanpa usaha juga tidak akan ada kemajuan. Ganjaran bagi seorang pemalas adalah kemiskinan (Amsal 6:9-11).
- Ia motivator yang berhasil.
- Cepat menangani sebelum membesar / terlambat.
- Ia dapat menambah wawasan orang banyak.
- Ia memiliki kemampuan berorganisasi.
Kunci keberhasilan Nehemia.
- Ia tahu apa yang ingin dilakukan - mempunyai sasaran yang jelas dan nyata.
- Ia tahu bagaimana melakukan - memiliki metode yang memadai.
- Ia tahu siapa yang harus melakukan - memiliki kemampuan manajemen sumber daya manusia.
Nehemia
menyelesaikan permasalah yang dianggap berat. Sudah hampir satu abad
orang Yahudi kembali dari pembuangan ke Yerusalem. Meskipun demikian
tembok kota maupun Bait Allah, belum dibangun kembali. Nehemia datang,
tembok kota selesai dibangun dalam tempo 52 hari saja !
Nehemia
berhasil mengerakkan seluruh penduduk. Nehemia mendelegasikan tugas.
Program mobilisasi seluruh penduduk, mengenal sistem manajemen proyek /
pengaturan dan penyesuaian lapangan yang sempurna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar